Berita Desa

Gebyar Agustusan KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Meriahkan Desa Balumbung

Balumbung, 28–29 Agustus 2026 — Dalam rangka memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 8 Desa Balumbung mengadakan kegiatan Gebyar Agustusan pada 28–29 Agustus 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan semangat kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan serta membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan anak-anak dan masyarakat Desa Balumbung, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga masyarakat dewasa. Selain menciptakan suasana yang meriah dan penuh kegembiraan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat rasa kebersamaan.

Pada hari pertama, 28 Agustus 2026, kegiatan dilaksanakan di lapangan SD 58 Balangkabbong dengan menghadirkan berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Perlombaan yang dilaksanakan antara lain estafet sarung, sarung balon, serta musik berebut kursi. Berbagai lomba tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan dari para peserta maupun masyarakat yang turut menyaksikan.

Tidak berhenti pada hari pertama, kemeriahan Gebyar Agustusan dilanjutkan pada 29 Agustus 2026 yang berlokasi di Dusun Balumbung, tepatnya di pertigaan menuju Kantor Desa Balumbung. Pada hari kedua, perlombaan bagi anak-anak dengan menghadirkan lomba makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, dan corong air. 

Berbagai perlombaan tersebut dikemas secara sederhana dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Bagi mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 khususnya posko 8, kegiatan Gebyar Agustusan menjadi salah satu bentuk pendekatan kepada masyarakat selama menjalankan program pengabdian di Desa Balumbung. Melalui kegiatan bersama, mahasiswa dapat membangun komunikasi, mengenal masyarakat lebih dekat, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti setiap perlombaan turut menciptakan suasana yang semarak. Tawa, sorakan, dan semangat para peserta menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Melalui Gebyar Agustusan ini, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 8 berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong, dan terjalinnya hubungan yang erat antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Balumbung. 

BANTAENG TA' terkhusus DESA BALUMBUNG adalah rumah bersama yang patut dijaga, dirawat, dan dibanggakan bersama. Karena pada akhirnya, bukan hanya siapa yang menang atau kalah yang menjadi cerita, tetapi bagaimana kita bisa sama-sama tertawa, berkumpul, disini lah tempat kita belajar untuk saling menghargai, saling membantu, dan tentunya sama-sama menjaga kebersamaan.

Balumbung, 28–29 Agustus 2026 — Dalam rangka memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 8 Desa Balumbung mengadakan kegiatan Gebyar Agustusan pada 28–29 Agustus 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan semangat kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan serta membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan anak-anak dan masyarakat Desa Balumbung, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga masyarakat dewasa. Selain menciptakan suasana yang meriah dan penuh kegembiraan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat rasa kebersamaan.

Pada hari pertama, 28 Agustus 2026, kegiatan dilaksanakan di lapangan SD 58 Balangkabbong dengan menghadirkan berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Perlombaan yang dilaksanakan antara lain estafet sarung, sarung balon, serta musik berebut kursi. Berbagai lomba tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan dari para peserta maupun masyarakat yang turut menyaksikan.

Tidak berhenti pada hari pertama, kemeriahan Gebyar Agustusan dilanjutkan pada 29 Agustus 2026 yang berlokasi di Dusun Balumbung, tepatnya di pertigaan menuju Kantor Desa Balumbung. Pada hari kedua, perlombaan bagi anak-anak dengan menghadirkan lomba makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, dan corong air. 

Berbagai perlombaan tersebut dikemas secara sederhana dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Bagi mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 khususnya posko 8, kegiatan Gebyar Agustusan menjadi salah satu bentuk pendekatan kepada masyarakat selama menjalankan program pengabdian di Desa Balumbung. Melalui kegiatan bersama, mahasiswa dapat membangun komunikasi, mengenal masyarakat lebih dekat, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti setiap perlombaan turut menciptakan suasana yang semarak. Tawa, sorakan, dan semangat para peserta menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Melalui Gebyar Agustusan ini, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 8 berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong, dan terjalinnya hubungan yang erat antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Balumbung. 

BANTAENG TA' terkhusus DESA BALUMBUNG adalah rumah bersama yang patut dijaga, dirawat, dan dibanggakan bersama. Karena pada akhirnya, bukan hanya siapa yang menang atau kalah yang menjadi cerita, tetapi bagaimana kita bisa sama-sama tertawa, berkumpul, disini lah tempat kita belajar untuk saling menghargai, saling membantu, dan tentunya sama-sama menjaga kebersamaan.

Beri Komentar

CAPTCHA Image